Apakah Stroke Penyakit Turunan?

Madupahit.comApakah Stroke Penyakit Turunan ?

Stroke penyakit turunan ilustrasi

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan kehidupan keluarga seseorang, di mana hampir semua anggota keluarga khususnya dari garis ibu rata-rata mereka tutup usia karena terkena gejala stroke. Yang menjadi pertanyaan dibenak saya apakah sebenarnya stroke memang merupakan penyakit keturunan? Atau ada sebab lain yang menyebabkan penyakit ini muncul.

 Gejala stroke, ada yang bisa dideteksi secara kasat mata, ada pula yang gejalanya tidak terlihat, di mana seseorang yang terkena stroke tidak menunjukkan gejala yang dapat diamati akan tetapi dampaknya akan sangat berbahaya bagi penderitanya. Mungkin saat ini bisa tertawa dengan terbahak-bahak, tahu-tahu esok hari seluruh tubuhnya lumpuh tanpa bisa digerakkan.

 Meski saya bukan seorang yang ahli medis, akan tetapi apa yang saya sampaikan merupakan pengalaman yang telah saya alami terkait penyakit yang termasuk kategori kasus yang membawa kematian ke-3 bagi penderitanya.

 Stroke sebagaimana menurut bahasa artinya tekanan, merupakan kondisi seseorang yang kehilangan daya dalam sistem syaratnya, hal ini ditunjukkan dengan tidak berfungsinya beberapa bagian tubuh, misalnya tangan dan kaki yang lumpuh, kadang ditunjukkan dengan bergesernya bentuk wajah yang tidak lagi simetris (berubah menjadi merot) bahkan yang lebih akut adalah kematian yang akan diterima.

 Stroke biasanya ditandai dengan berkurangnya suplai oksigen ke otak, imbasnya otak mengalami kekurangan oksigen yang pada akhirnya otak mengalami kerusakan akut. Pada tahap inilah terjadinya konflik pada bagian tubuh disebabkan semua digerakkan oleh otak sebagai pusat pengendali.

 Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan stroke? Apakah semata-mata karena keturunan?

 Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama. Meskipun ada faktor lain yang melingkupinya salah satunya adalah faktor konsumsi yakni seseorang yang terkena stroke diawali oleh kebiasaan buruk ketika mengkonsumsi makanan, selalu makan makanan berminyak, berlemak jenuh tinggi dan kurangnya makanan sayur. Akibatnya terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang lambat laun terjadi melemahnya proses aliran darah dalam tubuh akibat penyumbatan tersebut yang berujung pada tekanan darah yang tinggi. Akibatnya organ pada otak mengalami disfungsi dan berujung kematian fungsi secara permanen.

 Selain faktor makanan yang memicu percepatan gejala stroke, faktor pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penting timbulnya gejala stroke. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bukan keturunan keluarga yang memiliki penyakit stroke tapi karena pola hidup yang buruk mengakibatkan dirinya terkena penyakit yang berbahaya ini.

 Gejala penyakit stroke :

  Adapun gejala-gejala stroke seperti yang saya amati dari beberapa anggota keluarga saya adalah :

 Pada awalnya bagian tubuhnya mendadak mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki, pada satu sisi tubuh atau seluruh tubuh

  • Mendadak kebingungan, lupa mendadak, sulit berbicara ataupun sulit mengerti.
  • Mendadak muncul masalah penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan ganda, penglihatan gelap)
  • Mendadak kesulitan berjalan, dan kehilangan keseimbangan tubuh
  • Mendadak pusing berat tanpa sebab yang jelas

 Jika beberapa gelaja tersebut sudah muncul, hal itu menunjukkan bahwa seseorang tersebut sudah terjangkiti gajala stroke, sehingga ada indikasi penderitanya mengalami konsekuensi stroke yang lebih berat.

 Namun bagaimanapun beratnya kasus stroke ini di lapangan, namun ada bermacam-macam cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegah gejala stroke ini. Di antaranya adalah:

 1. Perkuat fisik dengan berjalan

 Olahraga merupakan cara yang sangat efektif dalam mencegah stroke, adapun olahraga yang paling ringan adalah dengan berjalan, karena dengan berjalan fisik akan terlatih menjadi kuat dan tentu saja kesehatan jantung akan ikut terjaga, sirkulasi darah yang sehat menjadikan fisik menjadi lebih sehat.

 2. Konsumsi sedikit garam

 Cara ini dikarenakan garam penyumbang terbesar pada proses tekanan darah pada tubuh, garam dapat diketemukan pada makanan olahan kaleng, ikan asin dan beberapa makanan siap saji cenderung kadar garamnya sangat tinggi.

 3. Memilih minyak zaitun sebagai pengganti minyak makan pada umumnya

 Hal ini didasarkan karena minyak zaitun merupakan minyak yang memiliki kadar kolesterol yang rendah sehingga memungkinkan tubuh sedikit sekali mendapatkan kolesterol dari minyak ini.

4. Konsumsi Selalu Madu sebagai Makanan dan Minuman

Hal ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an tentang kedahsyatan Madu sebagai Obat buat manusia, tinggal kita meyakininya dan berpikir logis dalam mengamalkannya. Madu ini bisa dijadikan makanan dan minuman oleh kita, itu artinya madu ini akan menjadi obat buat manusia.

Kenapa jadi obat buat manusia ? …… Karena semua yang dimakan dan diminum manusia secara alaminya itu akan menjadi nutrisi, apabila nilainya baik (dalam arti luas). Nilai baiknya dari mana ? dari kehalalannya, dan ketoyibannya tentunya.

Beribu-ribu ilmuan,cendikiawan telah merekomendasikannya bahwa Madu ini memiliki kekuatan untuk penyembuhan berbagai macam penyakit dari yang ringan sampai yang terberat sekalipun, termasuk salah satunya penyakit Stroke ini, Insya Allah.

 5. Menghindari merokok

 Merokok merupakan aktifitas yang menjadi penyumbang besar penyakit stroke ini, karena adanya nikotin dalam tembakau ikut andil dalam proses tersumbatnya pembuluh darah yang mempercepat proses stroke pada seseorang.

6. Memeriksa kesehatan secara teratur

 Dengan pemeriksaan secara teratur maka akan lebih dini mengetahui kondisi tubuh kita termasuk di dalamnya tekanan darah, gula darah, kolesterol darah dan gejala-gejala lain yang menimbulkan stroke.

7. Mencegah bertambahnya berat badan

 Salah satu faktor pemicu stroke di antaranya adalah kelebihan berat badan (obesitas), dengan mengkonsumsi bahan makanan yang sehat akan menyumbang proses kesehatan tubuh termasuk mencegah terjadinya stroke.

 8. Jangan tidur berlebihan

 Aktifitas tidur memang sehat, tapi apabila berlebihan efeknya akan tidak baik juga bagi tubuh karena beberapa organ tubuh dan peredaran darah menjadi tidak sehat dan tidak teratur. Akibatnya seseorang yang pada awalnya memang memiliki resiko stroke karena keturunan akibatnya benar-benar mengalami penyakit yang mematikan ini.

 Berdasarkan paparan di atas, memperjelas bahwa sebenarnya stroke selain faktor keturunan juga faktor gaya hidup yang dialami seseorang. Jika gaya hidup dan pola hidupnya sehat akan besar kemungkinan penyakit tersebut dapat dihindari meskipun dalam keluarganya ada yang terkena penyakit stroke.

Sumber :kompasiana

Share Our Posts

Share this post through social bookmarks.

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati

Comments

Tell us what do you think.

There are no comments on this entry.

Trackbacks

Websites mentioned my entry.

There are no trackbacks on this entry

Add a Comment

Fill in the form and submit.