Sinar Matahari Bisa Kurangi Resiko Penyakit Jantung dan Stroke

 Saat ini untuk mendapatkan sinar matahari yang baik untuk kesehatan terkadang sangat susah didapat oleh kita.

Berhubungan dengan aktivitas yang sibuk seolah tidak ada waktu untuk mendapatkannya. Padahal ketika terpapar sinar matahari kita mendapatkan sesuatu yang baik untuk kesehatan.

Nah, seperti apakah salah satu akan kita dapatkan ?

Sinar matahari bisa menurunkan tekanan darah dan menolong mencegah serangan jantung dan stroke, klaim para ilmuwan.

Mereka berpendapat bahwa manfaat kesehatan sinar matahari lebih besar dari resiko terkena kanker kulit, tulis Daily Mail.

Para peneliti dari Edinburgh University, Skotlandia menemukan bahwa saat kulit terpapar cahaya matahari selama 20 menit, pembuluh darah merilis sebuah zat kimia penting disebut nitrat oksida. Zat ini berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi resiko serangan jantung, stroke dan penggumpalan darah.

Dr. Richard Weller, seorang dosen senior di bidang dermatologi, mengatakan bahwa stroke dan serangan jantung lebih banyak menyebabkan kematian dibandingkan kanker kulit.

Sekitar 159 ribu warga Briton, Inggris meninggal setiap tahunnya dari penyakit peredaran darah sementara kanker kulit membunuh sekitar 2.750. timnya memonitor tekanan darah dari 24 relawan yang duduk di bawah lampu tanning (lampu untuk menggelapkan kulit) selama dua sesi masing-masing selama 20 menit.

Untuk sesi pertama, para relawan terpapar baik sinar UV (ultraviolet) dan panas. Tapi untuk sesi kedua, para peneliti memblok sinar UV dan hanya memakai panas. Para relawan mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan setelah sesi pertama, tapi tidak mengalami hal tersebut di sesi kedua. Hal ini menandakan bahwa radiasi UV dan bukan panas yang bermanfaat untuk kesehatan.

Para peneliti percaya bahwa cahaya matahari membuka nitrat oksida yang tersimpan di kulit dan memperlebar arteri. Efek dari keduanya adalah penurunan tekanan darah. Dr Weller mempresentasikan penemuannya ini pada Mei 2013 di konferensi International Investigative Dermatology di Edinburgh.

“Kami menduga bahwa manfaat cahaya matahari terhadap kesehatan jantung lebih besar daripada resiko terkena kanker,” ujarnya seperti dilansir Daily Mail.

Disebutkan, para ilmuwan tahu sejak lama bahwa tekanan darah orang di musim panas lebih rendah daripada di musim dingin. Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa populasi di negara-negara yang jauh dari khatulistiwa dengan lebih sedikit cahaya matahari memiliki tekanan darah lebih tinggi.

Dr Weller menjelaskan, sinar matahari bukanlah obat dan masih terlalu dini untuk menyarankan orang terpapar cahaya matahari lebih lama.

sumber : timlo.net

Share Our Posts

Share this post through social bookmarks.

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati

Comments

Tell us what do you think.

There are no comments on this entry.

Trackbacks

Websites mentioned my entry.

There are no trackbacks on this entry

Add a Comment

Fill in the form and submit.